OPINI

MASA PEMILU DAN PASCA PEMILU

PenaBekasi (13/5/19)__ Oleh Oktavianus Bunganaen:

Mitosnya Pemilu adalah cara rakyat menentukan nasib bangsa kedepan.
Bisa jadi demikian. Pemilu diselenggarakan dengan tak mungkin mengakomodir kebutuhan warganya, sistem dan para calon pesertanya harus melalui selera ketum partai – partai kutu loncat dan searah dengan dulum kepentingan bekingan pemodalnya.

Mustahil anda bisa maju menjadi calon, tanpa turut bermain dalam pentas jilat – menjilati para bos partai, seteguh dan secemerlang apapun gagasan anda.

Pemilu memang saat rakyat menentukan nasibnya, itu betul !!! karena memang HANYA di musim coblosan, suara akan dianggap super penting, layak dengan dan diperebutkan.

Setelah itu, setelah kertas – kertas suara dilipat rapi, setelah sampah – sampah kampanye dicopoti , setelah janji dicekoki, setelah blusukan topeng monyet usai, topeng – topeng birokrasi segera berganti.

Suara anda, sekeras apapun itu , tak lagi penting. Mereka akan tak akan sudi meminta pendapat dalam hal apapun, tak peduli seberapa vital keputusan yang akan mereka ambil. Demokrasi hanya sehari dalam 5 tahun.

Mereka kembali berwajah ganas seperti detik sebelum masa kampanye. Melibas mereka yang paling rentan, tak peduli siapa yang anda coblos kemarin. (Oo)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top